Kebahagiaan adalah milik mereka yang masih berharap meski pernah terluka, masih berusaha meski pernah kecewa

Saturday, October 2, 2010

Aliran Seni Rupa

SUREALISME

A.      PENGERTIAN
              Lukisan dengan aliran ini kebanyakan menyerupai bentuk-bentuk yang sering ditemui di dalam mimpi. Pelukis berusaha untuk mengabaikan bentuk secara keseluruhan kemudian mengolah setiap bagian tertentu dari objek untuk menghasilkan sensasi tertentu yang bisa dirasakan manusia tanpa harus mengerti bentuk aslinya.
                        Surealisme, adalah sebuah aliran seni dan kesusastraan yang menjelajahi dan merayakan alam mimpi dan pikiran bawah sadar melalui penciptaan karya visual, puisi, dan film.
Dalam aliran ini lukisan realitasnya bercampur angan-angan, mala angan-angan amat mempengaruhi bentuk lukisan. Di dalamnya ada pernyataan jiwa, pemasakan dalam jiwa. Itu sebabnya, lukisan tampak melompat-lompat dari yang satu kepada yang lain, justru untuk menyatakan keseluruhan itu sekaligus.
Payah pembaca mengikuti karangan yang bercorak surealisme. Pembaca harus menyatukan dalam pikirannya segala lukisan yang seakan-akan bertaburan itu. Jalan atau aturan tata bahasa seolah-olah diabaikan oleh pengarang karena pikiranna meloncat-loncat dengan cepat. Logika seakan-akan hilang, alam benda dan alam pikiran bercampur aduk menjadi satu


B.       CIRI CIRI
1.      Lukisan dibuat berdasarkan angan-angan atau mimpi.
2.      Maksud lukisan tidak memiliki logika


C.       TOKOH
Tokoh-tokoh dalam negeri misalnya Sudibio; Sudiardjo dan Amang Rahman.
                Tokoh-tokoh luar negeri misalnya Joan Miro, Salvador Dali dan Andre Masson.

D.      BIOGRAFI TOKOH

a.                    Biografi Salvador Dali
Dalí, Salvador (1904-1989): pelukis Spanyol, pematung, seniman grafis, dan desainer. Setelah melewati fase Kubisme, Futurisme dan lukisan Metafisik, ia bergabung dengan surealis pada tahun 1929 dan bakatnya sendiri publisitas cepat membuatnya terkenal paling representatif dari gerakan. Sepanjang hidupnya ia dibudidayakan eksentrisitas dan eksibisionisme (salah satu yang paling terkenal tindakannya tampil di setelan menyelam pada pembukaan pameran Surrealist London pada tahun 1936), mengklaim bahwa ini adalah sumber energi kreatifnya. Ia mengambil alih teori Surrealist dari otnmatisme tetapi mengubahnya menjadi metode yang lebih positif yang ia beri nama `paranoia kritis '. Menurut teori yang satu ini harus mengembangkan khayalan asli seperti dalam paranoia klinis sambil tetap sadar, di belakang ini pikiran bahwa pengendalian alasan dan akan telah sengaja ditangguhkan. Dia menyatakan bahwa metode ini harus digunakan tidak hanya dalam penciptaan artistik dan puitis tetapi juga dalam urusan kehidupan sehari-hari. Lukisannya menggunakan teknik akademik teliti yang bertentangan dengan `nyata mimpi 'ruang ia menggambarkan dan oleh halusinasi karakter aneh citra nya dijelaskan. Dia gambar sebagai` dicat mimpi foto-tangan' dan memiliki gambar favorit dan berulang tertentu, seperti sebagai sosok manusia dengan laci setengah terbuka menonjol dari itu, jerapah terbakar, dan jam tangan membungkuk dan mengalir seolah-olah terbuat dari lilin mencair (The Persistence of Memory, MOMA, New York, 1931).
Pada tahun 1937 Dalí mengunjungi Italia dan mengadopsi gaya yang lebih tradisional, ini bersama-sama dengan pandangan politiknya (dia adalah seorang pendukung Jenderal Franco) yang dipimpin Breton untuk mengusir dia dari barisan Surrealist. Dia pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1940 dan tinggal di sana sampai 1955. Selama waktu ini ia mengabdikan dirinya sebagian besar untuk diri-publisitas; lukisannya sering pada tema agama (Penyaliban Santo Yohanes dari Salib, Glasgow Art Gallery, 1951), meskipun subjek seksual dan gambar yang berpusat pada istrinya Gala, juga terus merasa asyik . Pada tahun 1955 ia kembali ke Spanyol dan di usia tua menjadi pertapa.
Selain lukisan, output Dalí termasuk patung, ilustrasi buku, desain perhiasan, dan bekerja untuk teater. Bekerja sama dengan sutradara Luis Buñuel ia juga membuat film pertama Surrealist andalou --- Un chien (1929) dan L'Age d'atau (1930) dan ia memberikan urutan mimpi untuk Alfred Hitchcock terpesona (1945). Ia juga menulis sebuah novel, Hidden Faces (1944) dan beberapa volume otobiografi flamboyan. Meskipun ia diragukan lagi salah satu seniman yang paling terkenal dari abad ke-20, statusnya adalah kontroversial; banyak kritikus menganggap bahwa ia tidak sedikit jika ada konsekuensi setelah Surrealist klasik karya-karyanya tahun 1930-an. Ada museum dikhususkan untuk itu bekerja Dalí di Figueras, kota rumahnya di Spanyol, dan di St Petersburg di Florida.
b.                    Biografi Amang Rahman
AMANG RAHMAN JUBAIR, Pelukis, Surabaya. Akademi Seni Rupa (Aksera), Dewan Kesenian Surabaya (DKS) dan Bengkel Muda Surabaya (BMS) tidak dapat dilepaskan dari peranan penting Amang Rahman. Lahir di Surabaya, 21 November 1931, pameran di berbagai negara. Penghargaan dari Gubernur Jawa Timur sebagai seniman berprestasi (1985) dan Penghargaan dalam Biennale Dewan Kesenian Jakarta (1989).


E.       CONTOH LUKISAN









ROMANTISME


  1. PENGERTIAN
Romantisme merupakan corak dalam seni rupa yang berusaha menampilkan hal-hal yang fantastic, irrasional, indah dan absurd. Aliran ini melukiskan cerita-cerita romantis tentang tragedy yang dahsyat, kejadian dramatis yang biasa ditampilkan dalam cerita romah. Penggambaran obyeknya lebih sedikit dari kenyataan, warna yang lebih meriah, gerakan yang lebih lincah, pria yang lebih gagah dan lain-lain. Aliran ini merupakan aliran tertua di dalam sejarah seni lukis modern Indonesia.           


  1. CIRI CIRI
1.      bergaya natural dan romantisme
2.      pengamatan terhadap alam maupun binatang


  1. TOKOH
Tokoh dalam negeri misalmya Raden Saleh
Tokoh luar negeri misalnya William Shakespeare


  1. BIOGRAFI TOKOH

                      i.                        Biografi Raden Saleh
Ibunya bernama Mas Adjeng Zarip Hoesen, tinggal di daerah Terbaya, dekat Semarang.Sejak usia 10 tahun, ia diserahkan pamannya, Bupati Semarang, kepada orang-orang Belanda atasannya di Batavia. Kegemaran menggambar mulai menonjol sewaktu bersekolah di sekolah rakyat (Volks-School).
Tahun 1829, nyaris bersamaan dengan patahnya perlawanan Pangeran Diponegoro oleh Jenderal de Kock, Capellen membiayai Saleh belajar ke Belanda. Namun, keberangkatannya itu menyandang misi lain. Dalam surat seorang pejabat tinggi Belanda untuk Departemen van Kolonieen tertulis, selama perjalanan ke Belanda Raden Saleh bertugas mengajari Inspektur Keuangan Belanda de Linge tentang adat-istiadat dan kebiasaan orang Jawa, bahasa Jawa, dan bahasa Melayu. Ini menunjukkan kecakapan lain Raden Saleh.
Saat di Eropa, ia menjadi saksi mata revolusi Februari 1848 di Paris, yang mau tak mau mempengaruhi dirinya. Dari Perancis ia bersama pelukis Prancis kenamaan, Horace Vernet, ke Aljazair untuk tinggal selama beberapa bulan di tahun 1846. Di kawasan inilah lahir ilham untuk melukis kehidupan satwa di padang pasir. Pengamatannya itu membuahkan sejumlah lukisan perkelahian satwa buas dalam bentuk pigura-pigura besar. Negeri lain yang ia kunjungi: Austria dan Italia. Pengembaraan di Eropa berakhir tahun 1851 ketika ia pulang ke Hindia bersama istrinya, wanita Belanda yang kaya raya.

                    ii.                        Biografi William Shakespeare
Dramawan dan penyair besar Inggris William Shakespeare dilahirkan tahun 1564 di Stratford-on-Avon, Inggris. Tampaknya dia peroleh pendidikan dasar yang lumayan tetapi tak sampai injak perguruan tinggi. Sh`kespeare kawin di umur delapan belas (istrinya umur dua puluh enam), beranak tiga sebelum umurnya mencapai dua puluh satu.
Beberapa tahun kemudian, dia pergi ke London, menjadi anak panggung dan penulis drama. Tatkala usianya mencapai tiga puluh Shakespeare sudah menunjukkan keberhasilan. Dan tatkala umurnya menginjak tiga puluh empat, dia sudah jadi orang berduit dan dianggap penulis drama Inggris terkemuka. Sepuluh tahun kemudian, dia sudah membuahkan karya-karya besar seperti Julius Caesar, Hamlet, Othello, Macbeth dan King Lear.
Dalam jangka waktu dua puluh tahun yang punya makna khusus Shakespeare tinggal di London itu, istrinya tetap tinggal di Stratford. Shakespeare mati di tahun 1616 pada sekitar ulangtahunnya yang ke-52. Dia tidak punya keturunan yang hidup.
Ada 38 drama terkenal ciptaan Shakespeare termasuk beberapa drama kecil yang mungkin digarap bersama orang lain. Selain itu, dia menulis sejumlah 154 sonata dan 3 atau 4 sajak-sajak panjang.
Ditilik dari kegeniusan Shakespeare, hasilnya dan kemasyhurannya yang memang sudah sewajarnya, mungkin timbul kesan aneh apa sebab namanya tidak ditempatkan di urutan lebih atas dalam daftar buku ini. Saya menempatkan Shakespeare begitu rendah bukan lantaran saya tidak menghargai daya hasil seninya, tetapi semata-mata karena saya yakin bahwa pada umumnya kesusasteraan atau tokoh-tokoh seniman tidaklah punya pengaruh besar dalam sejarah.
Kegiatan pemuka-pemuka agama, ilmuwan, politikus, para penyelidik, filosof, para pecipta lebih sering berpengaruh terhadap pelbagai bidang kehidupan manusia. Misalnya, kemajuan ilmu punya pengaruh besar terhadap peri kehidupan ekonomi dan politik, dan juga berpengaruh terhadap kepercayaan agama, sifat filosofis dan perkembangan seni.
Tetapi, seorang pelukis masyhur, kendati dia punya pengaruh besar terhadap pelukis lain, tidaklah punya pengaruh apa-apa terhadap perkembangan musik dan kesusasteraan, konon pula terhadap ilmu pengetahuan, atau bidang penyelidikan. Hal serupa berlaku pula untuk bidang-bidang sajak, drama dan musik. Walhasil, secara umum bisalah dibilang, pengaruh seniman itu cuma menyentuh bidang seni, bahkan terbatas pada bagian-bagian seni tertentu. Oleh sebab itu, tak ada tokoh kesusasteraan, musik atau seni lain yang diletakkan di atas urutan No. 30, malahan hanya sedikit sekali yang ditampilkan dalam buku ini.
Kalau demikian halnya, mengapa masih ada juga seniman yang termasuk daftar? Jawabnya ialah, kesenangan terhadap seni merupakan bagian langsung (meski tidak selalu merupakan bagian pokok) dalam kehidupan individu. Dengan kata lain, seseorang bisa menyediakan sebagian dari waktunya mendengarkan musik, sebagian membaca buku, sebagian memandang lukisan dan sebagainya. Bahkan apabila waktu yang kita habiskan untuk mendengarkan musik tak punya pengaruh terhadap kegiatan kita lainnya (ini tentu saja sesuatu yang dilebih-lebihkan) toh waktu itu tetap merupakan hal yang penting dalam hidup kita.
Tentu saja pribadi seorang seniman bisa saja punya pengaruh terhadap kehidupan kita lebih dari sekedar waktu yang kita habiskan untuk mendengarkan musik, membaca buku atau menikmati hasil karya mereka. Ini lantaran karyanya telah mempengaruhi begitu rupa baiknya karya seniman lain yang hasilnyakita senangi.
Dalam beberapa hal, kerja artistik sedikit banyak punya makna filosofis yang dapat mempengaruhi sikap kita dalam bidang masalah lain. Ini tentu saja terjadi lebih kerap dalam hal yang berkaitan dengan kesusasteraan ketimbang dengan musik atau lukisan. Misalnya, dalam Romeo and Juliet (Act III, scene 1) Shakespeare menulis ucapan sang pangeran “Mercy but murders, pardoning those that kill,” jelas menyuguhkan suatu ide (lepas orang terima atau tidak) yang punya makna filosofis dan lebih punya pengaruh politis ketimbang, katakanlah, memandang lukisan “Mona Lisa.”
Kelihatannya tak ragu lagi Shakespeare mengungguli semua tokoh-tokoh sastra. Relatif, sedikit sekali sekarang ini orang baca karya Chaucer, Virgil atau bahkan Homer, kecuali jika karya mereka itu jadi ketentuan bacaan sekolah. Tetapi, pementasan sebuah karya Shakespeare pastilah dapat sambutan. Kelebihan Shakespeare dalam hal perangkuman bait-bait betul-betul tak tertandingkan dan kalimat-kalimatnya sering dikutip, bahkan olehorang yang tak pernah barang sekali pun melihat atau membaca dramanya. Lebih dari itu, nyata benar betapa ketenarannya bukanlah sekedar sepintas lintas. Karyanya menyuguhkan kebahagian kepada pembacanya dan penontonnya selama hampir empat abad. Karena karya-karya itu sudah mantap teruji jaman, adalah pantas menganggap bahwa karya Shakespeare akan terus tenar berabad-abad mendatang.
Dalam hal menentukan arti penting Shakespeare orang harus memperhitungkan andaikata dia tak pernah hidup di dunia, drama-dramanya tak akan pernah ditulis orang samasekali. Tentu saja, sampai batas tertentu, pernyataan serupa dapat diberikan kepada tiap tokoh artis atau sastra. Namun, faktor itu tampaknya tidak begitu punya arti penting khusus dalam penilaian terhadap bobot pengaruh yang ada pada seniman-seniman ukuran kecil.
Kendati Shakespeare menulis dalam bahasa Inggris, dia betul-betul tokoh yang dikenal seseluruh dunia. Jika bukannya suatu bahasa yang teramat universal, bahasa Inggris adalah paling mendekati ukuran itu ketimbang bahasa-bahasa lain yang pernah ada. Lagi pula, karya Shakespeare sudah diterjemahkan secara luas dan karyanya dibaca dan dipentaskan di pelbagai negeri.
Ada tentu saja beberapa penulis tenar yang karyanya dikecam oleh kritikus-kritikus seni. Tidaklah demikian halnya pada Shakespeare yang karyanya dihargai tanpa cadangan oleh para ahli sastra. Generasi-generasi penulis drama mempelajari karyanya dan mencoba meniru sebaik atau mengunggulinya. Gabungan antara pengaruh yang amat besar terhadap para pengarang dan ketenaran yang tak berkeputusan di kalangan masyarakatlah yang menempatkan Shakespeare di urutan cukup tinggi dalam daftar buku ini.

E.       CONTOH LUKISAN












 Sedikit tadi sedikit tentang aliran Surealisme dan Romantisme. Semoga bermanfaat ... :)



















4 komentar:

Wya hanawa D' Y_G said...

hmmm,,,sya sangat terkesan dengan ini semua,,, :-)

Arsvazethaa said...

@wya hanawa : terima kasih :)

Anonymous said...

bermanfaat banget kok....... suksesss teruss

Lusiana Wardani said...

nice

Post a Comment

katakan katamu dengan sopan :)